Postingan

Bertemu Kawan Lama

 Jika kamu pernah mendengar kalimat "setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya" maka kalimat itu benar adanya. Dulu aku berpikir hubungan manusia itu bisa selamanya, selama ada kemauan, selama ada waktu dan selama ada perasaan kasih sayang. Tapi aku terlalu naif, semakin dewasa maka semakin sadar bahwa disetiap kepentingan hidup kita ada beberapa peran orang lain, sesuai kebutuhan, sesuai tugas yang diberikan Tuhan. Hari ini kamu bisa bersandar pada pundak seseorang, lalu beberapa tahun kedepan bahkan ada tangan lain yang mengusap air matamu. Hidup bisa berubah, waktu berjalan, dan orang-orang bisa begitu mudah tersingkirkan. Tapi dari semua hal yang begitu mudah berubah, ada satu hal yang akan menetap selamanya yakni ingatan, ingatan yang menyimpan kenangan-kenangan yang dibumbui tawa-tawa manusia yang bahkan saat ini kita sudah tidak tau bagaimana kehidupannya. Beberapa hari lalu, dalam ketidaksengajaan muncul sebuah postingan seorang teman, tentang canyonering. Si...

Tentang Buku "The Kite Runner" by Khaled Hosseini

Gambar
  Buku ini menceritakan tentang 2 sahabat Amir dan Hassan, tapi tidak hanya menceritakan tentang persahabatan keduanya tapi tentang perasaan bersalah, penghianatan, kelas sosial dan kejadian-kejadian menyakitkan akibat peperangan. Dalam buku ini hubungan Amir dan Hassan menjadi jantung ceritanya, dari awal penulis sudah menanamkan ketimpangan itu dengan halus, dan ketika penghianatan terjadi rasanya ada sesuatu yang patah. Menurutku awal cerita dibangun dengan begitu baik, meski menuju pertengahan cerita terasa sedikit menjenuhkan. Gaya penulis relatif sederhana, tidak serumit sastra yang eksperimental, tapi dengan kesederhanaan itu yang membuat emosinya terasa mentah dan langsung. Setelah membaca buku A thousand splendid suns saya berharap banyak pada buku ini, tapi ternyata penulis memang membuat buku yang berbeda begitu pula strukturnya. Menurut saya secara emosional, A Thousand Splendid Suns lebih "menghancurkan", cerita Mariam dan Laila terasa lebih konsisten menekan dar...

Tentang Buku "Laki-laki Memang Tidak Menangis, Tapi Hatinya Berdarah, Dik" Rusdi Mathari

Gambar
 Buku ini menjadi buku pertama dari Rusdi Mathari yang saya baca, awalnya jujur memang tertarik sama judulnya yang mengandung luka dan pada akhirnya saya menyukai tulisan-tulisan beliau. Buku ini bermain di wilayah emosi yang akrab bagi laki-laki, tentang diam, tekanan yang menuntut untuk kuat, tentang perasaan yang tidak pernah diberi ruang. Buku ini seperti ingin mewakili setiap isi hati laki-laki, bahwa maskulinitas sering kali adalah topeng, dan dibaliknya hanya manusia rapuh, bingung dan lelah. Secara isi buku ini lebih terasa seperti kumpulan refleksi ketimbang narasi yang utuh dan beralur. Tidak menawarakan plot yang kompleks, tapi lebih pada potongan-potongan batin: tentang ayah yang tak pernah memeluk, tentang anak lelaki yang tumbuh dengan larangan menangis, tentang cinta yang tak terucap, tentang kegagalan yang dipendam sendirian. Bahasanya cenderung langsung, emosional, kadang puitis, kadang repetitif. Ada bagian yang terasa menyentuh, terutama ketika ia berbicara tenta...

Tentang Buku "A Thousand Splendid Suns" Khaled Hosseini

Gambar
  Ada buku yang selesai dibaca lalu ditutup, tapi ada buku yang selesai dibaca tapi nggak pernah benar-benar pergi, nah buku A Thousand Splendid Suns ini adalah salah satu buku terbaik pembuka 2026 yang saya baca. Cerita yang dibawa di novel ini bukan cerita yang megah, yang penuh kejutan, tapi karena ceritanya kemungkinan kehidupan nyata seseorang. Membaca buku ini membuat hati terasa berat karena penderitaan yang terus menerus dialami tokoh wanita yakni Mariam dan Laila. Mariam adalah satu tokoh yang paling berkesan di buku ini, meski cerita sudah selesai saya baca, Mariam tetap berada di kepala saya. Bukan karena dia heroik, tapi karena dia terlalu familiar dalam cara ia menerima hidupnya. Cara dunia yang terus-menerus menunjukkan bahwa keberadaannya adalah kesalahan. Kita tidak sedang menyaksikan tragedi yag meledak, tapi erosi perlahan atas martabat manusia. Laila adalah karakter yang muncul di tengah novel, saya berpikir bahwa ini cerita lain tapi pertemuan Mariam dan Laila t...

Tentang Buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" Brian Krisna

Gambar
 Semua buku akan menemukan pembacanya, dan buku ini sama sekali not my cup of tea. Bagi orang-orang yang tidak membutuhkan validasi dalam perasaan atau tidak suka buku yang minta dikasihani tentu saja buku ini bukan buku yang tepat untuk dibaca. Buku ini tidak kuat dalam sturktur, plot tipis, konflik yang minim, resolusi nyaris tidak ada, bisa dibilang buku ini menjual emosi mentah. Tentang karakter dalam buku ini yang menurutku terasa menjengkelkan, penulis takut bikin pembaca gak nyaman dan semua perasaan divalidasi, jarang ditentang. Sayang banget, padahal buku ini memiliki ide yang kuat tapi eksekusinya biasa aja. Buku ini juga terlalu mengandalkan perasaan pembaca, jadi kalau tidak sedang berada di fase itu maka cerita akan terasa datar. Jujur penyampaian emosi dalam buku ini bener-bener gak nyampe, dari perasaan marah, sedih, kecewa, bahagia semuanya nol. Ada banyak hal yang terkesan dipaksakan, jadinya "sok dalem". Membaca buku ini seperti membaca pengantar dan tidak p...

Tentang Buku "Mata yang Enak Dipandang" Ahmad Tohari

Gambar
  Bagi penggemar tulisan Ahmad Tohari, sayang sekali jika buku ini luput untuk dibaca. Seperti biasa, buku karya Ahmad Tohari selalu mengusung cerita yang sederhana tapi ngena banget. Mata yang enak dipandang ini adalah buku kumpulan cerpen yang berisi 13 cerpen. Seperti karya-karya Ahmad Tohari yang lain, cerpen-cerpen di buku ini mengambil latar belakang kehidupan rakyat kecil di desa atau pinggiran kota yakni orang-orang yang sering kita anggap “biasa” tetapi lewat tulisan Ahmad Tohari mereka jadi luar biasa. Saya tidak akan menceritakan detail tentang buku ini, tetapi salah satu cerpen yang judulnya dibuat menjadi judul buku ini membuat saya tersentuh, cerpen mata yang enak dipandang bercerita tentang dua pengemis tua tetapi yang menarik yakni mereka bukan Cuma orang miskin tetapi bagi penulis mereka adalah symbol kemanusiaan yang masih tahu malu, masih tahu rasa hormat, bahkan ditengah kekurangan. Cerpen-cerpen lainnya juga tidak kalah menyentuh. Ada yang menceritakan tentan o...

Tentang Buku "Senyum Karyamin" by Ahmad Tohari

Gambar
  Sepertinya Ahmad Tohari ini punya kemampuan yang luar biasa dalam mengangkat kehidupan orang kecil dengan Bahasa yang hangat dan manusiawi. Buku Senyum Karyamin ini menjadi salah satu buku kumpulan cerpen favorit saya, berisi kumpulan cerpen yang sederhana tapi sangat menyentuh. Buku ini berisi sekitar 13 cerpen yang semuanya menggambarkan kehidupan rakyat kecil di pedesaan Jawa (mungkin karena beliau juga orang Jawa). Saya pernah melihat wawancara beliau di TV, tulisan beliau memang terinspirasi dari masyarakat sekitar yang membuat hati beliau gelisah jadi beliau memilih untuk menulisnya. Ceritanya sangat menyentuh, tapi selalu punya cara untuk tertawa dan bertahan meski hidup yang dijalani tidaklah mudah. Menurut saya, cerpen-cerpen di buku ini memberi saya pelajaran tentang rasa sabar, ketabahan dan keikhlasan dari manusia yang menghadapi penderitaan. Ahmad Tohari menulis bukan hanya menggambarkan sosok yang tragis, tapi manusia biasa yang berjuang tanpa banyak mengeluh. ...