Bertemu Kawan Lama

 Jika kamu pernah mendengar kalimat "setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya" maka kalimat itu benar adanya. Dulu aku berpikir hubungan manusia itu bisa selamanya, selama ada kemauan, selama ada waktu dan selama ada perasaan kasih sayang. Tapi aku terlalu naif, semakin dewasa maka semakin sadar bahwa disetiap kepentingan hidup kita ada beberapa peran orang lain, sesuai kebutuhan, sesuai tugas yang diberikan Tuhan.

Hari ini kamu bisa bersandar pada pundak seseorang, lalu beberapa tahun kedepan bahkan ada tangan lain yang mengusap air matamu. Hidup bisa berubah, waktu berjalan, dan orang-orang bisa begitu mudah tersingkirkan. Tapi dari semua hal yang begitu mudah berubah, ada satu hal yang akan menetap selamanya yakni ingatan, ingatan yang menyimpan kenangan-kenangan yang dibumbui tawa-tawa manusia yang bahkan saat ini kita sudah tidak tau bagaimana kehidupannya.

Beberapa hari lalu, dalam ketidaksengajaan muncul sebuah postingan seorang teman, tentang canyonering. Singkat cerita saya booking untuk merasakan pengalaman canyonering, hanya bermodalkan mental secuil dan puluhan template capcut. Sebenarnya aku hanya ingin kembali menyapa teman lama ini, teman sekelas waktu kuliah yang kini bisa mengembangkan usahanya dari hobi yang ia punya.

Ada perasaan bangga dan haru saat pertama kali bersua, lalu beberapa perasaan aneh yang aku sendiri tidak paham bagaimana menggambarkannya. Perasaan kembali ke masa kuliah hanya dengan melihat wajah-wajah manusia pada masa itu, perasaan lega karena masih bisa hidup dan bertahan, perasaan bahagia melihat perkembangan dia menjadi manusia dewasa yang sepernuhnya.

Aneh bukan? bahkan kami dulu hanya sekedar teman, tapi aku merasa mengenal perjalanannya dan kami bertemu kembali dalam keadaan yang berbeda dari sebelumnya. Aku yakin manusia itu sulit berubah, dia masih seperti teman yang saya kenal dulu, yang sederhana dan berbicara seadanya dan yang paling penting dia tidak pernah melukai orang lain dengan kalimatnya.

Aku sudah menarik diri dari pertemanan perkuliahan, karena sebagian perilaku yang tidak pantas saya terima di kemudian hari maka aku memilih pergi. Diantara manusia yang saya putuskan pertemanannya, muncul teman lama dihadapan saya membuat perasaan menjadi campur aduk. Memang dalam hidup ini ada beberapa pertemanan yang harus dipertahankan, dan beberapa lainnya hanya perlu dibuang.

Hidup sudah begitu berat, memilih orang-orang terbaik untuk tetap dekat adalah salah satu cara untuk bertahan hidup juga. Ternyata masih ada hubungan yang memang patut untuk dipertahankan, saling mendoakan sambil mengingat-ingat masa-masa yang telah berlalu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Buku "The Golden Stories of Khadijah & Fatimah"

Tentang Buku "Muhammad Sang Yatim", Prof. r. Muhammad Sameh Said

Opini Santuy Tentang Buku "Laut Bercerita"