I Want to Dance, But I Can’t
Pesta karnaval musim semi, hewan-hewan menjadi pemberani, keluar dari sarang. Tupai-tupai terbangun dan melupakan tidurnya yang panjang, hari baru dimulai. Dari kaki gunung rakyat bersorak, menerangi sudut-sudut hutan yang gelap, membiaskan suara jangkrik dan lolongan anjing liar, pun serigala. Dari puncak istana ribuan lampion diterbangkan, berisikan ribuan harapan, melepasnya dengan senyum dan mengaharap ia kembali sesuai dengan apa-apa yang tertulis diujung yang terbang. Dan aku, sibuk memasang sepatu kaca di kakiku yang lebam. Menata gaun terbaik yang kumiliki, berdiri lama di depan cermin dan meyakinkan diri untuk melangkah keluar seperti para hewan lain. Ribuan kerlip lampu menyambut para tamu, karpet merah terbentang dari ujung istana seperti lidah naga. “bienvenue princesse" kata seorang pengawal tersenyum hangat mengulurkan tangannya untuk membantuku turun dari kereta kencana. Aku mengangguk pelan dan tentu tersenyum. Lantai d...