Tentang Buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" Brian Krisna
Semua buku akan menemukan pembacanya, dan buku ini sama sekali not my cup of tea. Bagi orang-orang yang tidak membutuhkan validasi dalam perasaan atau tidak suka buku yang minta dikasihani tentu saja buku ini bukan buku yang tepat untuk dibaca. Buku ini tidak kuat dalam sturktur, plot tipis, konflik yang minim, resolusi nyaris tidak ada, bisa dibilang buku ini menjual emosi mentah.
Tentang karakter dalam buku ini yang menurutku terasa menjengkelkan, penulis takut bikin pembaca gak nyaman dan semua perasaan divalidasi, jarang ditentang. Sayang banget, padahal buku ini memiliki ide yang kuat tapi eksekusinya biasa aja. Buku ini juga terlalu mengandalkan perasaan pembaca, jadi kalau tidak sedang berada di fase itu maka cerita akan terasa datar. Jujur penyampaian emosi dalam buku ini bener-bener gak nyampe, dari perasaan marah, sedih, kecewa, bahagia semuanya nol. Ada banyak hal yang terkesan dipaksakan, jadinya "sok dalem".
Membaca buku ini seperti membaca pengantar dan tidak pernah masuk ke isi. Poin utama tidak menjadi titik utama, ceritanya mengalir dan terkesan dipaksa untuk menjadi bermakna. Kelebihan buku ini memang menggunakan bahasa yang ringan jadi mudah dimengerti, mungkin memang bukan selera semua orang (termasuk saya), tapi buku ini ringan untuk dibaca. Kesimpulannya buku ini menyuruh kita untuk menghargai hal-hal kecil di hidup ini, tapi sayang banget pesan itu kurang tersampaikan, sebagai pembaca saya malah fokus ke karakter yang powerless dan gak mau berusaha.
Ada banyak dialog yang menurut saya "sok dalem" jadi terkesan percakapan yang tidak natural, yah mungkin karena saya terlalu sering membaca buku-buku sastra dimana bahasa yang disampaikan begitu dalam, jadi ketika membaca buku dengan bahasa yang ringan saya merasa tidak terbiasa dan terkesang "cringe".
Tapi balik lagi ke selera, buku yang menurut saya kurang bagus bukan berarti tidak bagus. Buku ini viral di Indonesia mungkin karena banyak orang yang relate dan merasa perasaannya divalidasi dengan adanya buku ini.
Boleh dibaca, boleh enggak. Saya pribadi tidak akan menyarankan buku ini, karena bagi pembaca buku-buku sastra pasti akan merasa wasting time. Boleh coba dibaca!!

Komentar
Posting Komentar