Tentang Buku "Mata yang Enak Dipandang" Ahmad Tohari
Bagi penggemar tulisan Ahmad Tohari, sayang sekali jika buku ini luput untuk dibaca. Seperti biasa, buku karya Ahmad Tohari selalu mengusung cerita yang sederhana tapi ngena banget. Mata yang enak dipandang ini adalah buku kumpulan cerpen yang berisi 13 cerpen. Seperti karya-karya Ahmad Tohari yang lain, cerpen-cerpen di buku ini mengambil latar belakang kehidupan rakyat kecil di desa atau pinggiran kota yakni orang-orang yang sering kita anggap “biasa” tetapi lewat tulisan Ahmad Tohari mereka jadi luar biasa.
Saya tidak akan menceritakan detail tentang buku ini, tetapi salah satu cerpen yang judulnya dibuat menjadi judul buku ini membuat saya tersentuh, cerpen mata yang enak dipandang bercerita tentang dua pengemis tua tetapi yang menarik yakni mereka bukan Cuma orang miskin tetapi bagi penulis mereka adalah symbol kemanusiaan yang masih tahu malu, masih tahu rasa hormat, bahkan ditengah kekurangan.
Cerpen-cerpen lainnya juga tidak kalah menyentuh. Ada yang menceritakan tentan orang tua yang berkorban untuk anaknya, tentang iman dan kesederhanaan, bahkan ada yang menyinggung tentang ketimpangan social dan kemunafikan orang beragama. Tapi semua disajikan dengan cara yang hangat, tenang dan manusiawi.
Gaya Bahasa Ahmad Tohari memiliki ciri khas yang indah tanpa berlebihan, halus tapi tajam. Beliau bisa membikin hal kecil seperti obrolan sederhana menjadi penuh makna. Bahasanya juga sarat dengan aroma pedesaan juga kebersahajaan yang jarang banget ditemui di karya modern.
Yang membikin tulisan Ahmad Tohari berbeda dari yang lain adalah empatinya. Beliau tidak memandang orang miskin dengan kasihan tetapi dengan rasa hormat. Pembaca jadi sadar bahwa di balik kemiskinan masih ada martabat, cinta dan kebahagiaan kecil yang tulus.
Buku mata yang enak dipandang adalah buku yang sederhana tapi punya kekuatan besar: menyentuh hari tanpa harus berdrama. Buku ini ngajak kita buat melihat dunia dengan mata yang lebih lembut, menghargai hal-hal kecil yang sering kita lewatkan.
Ahmad Tohari membuktikan kalua cerita paling sederhana bisa jadi yang paling dalam, asal ditulis dengan hati. 9/10 untuk buku ini, karena saya pribadi sudah menyukai tulisan-tulisan ahmad tohari. Selamat membaca!!
Komentar
Posting Komentar