Postingan

Opini Santuy Tentang Buku "The Midnight Library"

Gambar
  The Midnight Librabry novel fantasi karya Matt Haig, buku yang rame betul di base twitter. Buku menceritakan tentang atara kehidupan dan kematian, dan adanya perpustakaan ajaib yang membawa tokoh utama menjelajahi hidupnya, atau orang bilang dunia parallel. Buku ini sedikit menyinggung mental illness, tentang orang depresi yang tidak punya semangat hidup. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari buku ini, ada beberapa kutipan saya seperti “selagi kita masih hidup, kita selalu memiliki masa depan dengan beribu kemungkinan”. Buku ini lumayan lama saya selesaikan, sampai dititik males banget hatamin karena udah bosan parah, tapi saya selalu ingat tanggung jawab saya, apalagi ini buku hadiah ulang tahun (lebih tepatnya hadiah yang saya pilih sendiri hehe) dari temen kantor. Saya merasa punya tanggung jawab lebih atas apa-apa yang dikasih orang lain, karena itu adalah bentuk mengharai pemberian orang lain. Ibaratnya gini wir, kamu kan udah dibeliin buku sama orang lain, masa i...

Opini Santuy Tentang Buku "Keajaiban Toko Kelontong Namiya"

Gambar
  Keajaiban Toko Kelontong Namiya, salah satu buku terjemahan yang berhasil saya hatamin. Meskipun buku ini hasil terjemahan, tapi penerjemahnya lumayan bagus, sehingga kalimat yang ditulis mudah dipahami, meski gak senyaman kalau kita baca buku asli penulis indo yaa.  Buku ini cukup lama saya selesaikan, soalnya sempat reading slump dibagian pertengahan buku. Meskipun begitu saya selalu memaksa diri untuk menghabiskan buku yang sudah say abaca apalagi yang sudah saya beli, yaa sebagai pertanggung jawaban diri kepada keputusan yang saya ambil, hitung-hitung belajar tanggung jawab alias sebenarnya saya takut dihisab karena apa-apa yang sudah saya beli hehe. Setelah beberapa bulan dan saya selingi dengan buku lain, akhirnya buku ini berhasil saya selesaikan. Memang benar apa yang dikatakan orang-orang di base twitter, buku ini sangat heart warming. Buku bergenre fantasi ini memang punya surprise di tiap bab yang bikin saya selalu bilang “hah!!”, memiliki alur maju mundur dan pen...

Opini Santuy Tentang Buku "Laut Bercerita"

Gambar
 Buku Laut Bercerita ini rame banget di base twitter, yang bikin penasaran lagi katanya sih bikin nangis kejer dan merasa hampa setelah namatin bukunya. Buku ini sudah saya beli tahun lalu, dan saya selesaikan sekitar tahun lalu juga, tapi baru sempet tulis reviewnya sekarang hehe. Buku ini membutuhkan waktu dan jeda yang lumayan lama untuk saya selesaikan, saya awam sekali soal sejarah dan buku ini membahas tentang konflik 98. Saya yang kosongan ini mencoba mencari tahu latar belakang kejadian tahun 98, saya nonton berita, baca artikel dan nonton film dokumenter yang berkaitan dengan cerita di buku ini. Awal-awal baca buku ini otak saya merasa panas, karena informasi-informasi yang berusaha saya kumpulkan, tapi lumayan seru juga sih, effort banget lho untuk memahami buku ini. Ya karena saya memang nol besar soal pengetahuan sejarah, jadi saya lumayan berlari untuk memahaminya. Tapi kalau buat orang-orang yang pengetahuannya luas yaa tinggal baca aja sihh. Laut Bercerita menceritak...

Semacam Review Buku "Gadis Kretek"

Gambar
 Pertemuan saya dengan novel ini tentu saja melalui gunjingan para pembaca di literasi base yang ada di twitter, banyak review bagus yang ditulis para pembaca, membuat saya mempunyai ketertarikan tersendiri dengan buku ini. Singkat cerita buku ini dengan mudah saya beli, tapi entah kenapa setelah membeli buku ini, saya enggan untuk membukanya, bahkan plastiknya sekalipun. Berbulan-bulan saya diamkan (bukan karena saya suka silent treatment ), tapi karena saya tidak punya gairah untuk menyentuhnya. Biasanya buku baru yang saya beli langsung saya buka plastiknya, buka dulu halaman-halaman pertama, kalau kurang menarik langsung saya taruh dan diamkan beberapa minggu sampai minat lagi membaca bukunya.  Saya memang bukan tipe orang yang konsisten, saya bisa sekali loncat buku satu ke buku lainnya untuk mencari posisi yg nyaman sampai buku itu saya hatamkan. Tapi entah mengapa buku Gadis Kretek ini masih saja rapi sejak saya bawa pulang ke rumah. Lalu beberapa waktu lalu, tanpa seng...

Semacam Review Buku "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas"

Gambar
  Buat manusia yang kurang menyukai keramaian, toko buku adalah pilihan terbaik untuk charge energy selain tidur. Meski tak ada niat untuk membeli, cukup melihat buku berjejer di rak dan membaca tipis-tipis buku yang sudah terbuka, itu cukup membuat hati ini bahagia, meski lebih bahagia lagi kalau bisa bawa pulang sih hehe. Tapi dasarnya saya lemah iman, jarang sekali saya pergi ke toko buku dan pulang tidak membawa apa-apa, entah karena pengen banget beli buku, sekedar pengen atau bahkan akibat rasa gak enakan yang menjadi penyakit bawaan saya. Seringkali saya beli buku tanpa sengaja, berawal dari iseng tanya ke penjaga toko tentang buku penulis favorit saya, lalu mas-mas penjaga langsung mencarikan buku yang saya maksud, nah disitulah penyakit saya kambuh, “kasihan masnya udah repot-repot nyariin” batin saya.  Dan seperti itulah pertemuan saya dengan buku Eka Kurniawan yang berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Buku yang tanpa sengaja saya beli, mas-masnya uda...

Doa yang Tertunda, Ustadz Hanan Attaki

Gambar
  Berawal dari kegelisahan mencari judul skripsi, beberapa dosen bilang kalau ingin dapat judul harus peka dengan lingkungan sekitar, karena memang bikin skripsi tuh intinya cari masalah dan kita sendiri juga yang harus menyelesaikannya. Di semester akhir dulu, ada fenomena hijrah di kalangan anak muda, kurang lebih berawal dari tahun 2017, banyak sekali perubahan-perubahan sekitar yang memang sedikit menonjol, seperti pakaian teman-teman wanita saya yang mulai longgar alias sesuai syari’at islam, jilbab juga mulai panjang bahkan ada juga yang mulai bercadar (dulu yang gak terlalu berani pake cadar, mereka sering pake masker), dan yang paling keren beberapa teman saya diputusin pacarnya dengan alasan “hijrah”, dulu juga gencar sekali hashtag Indonesia tanpa pacaran. Saya juga manusia yang termasuk ikut arus trend hijrah ini (meski gak totalitas), kerudung saya yang tipis saya hibahkan, saya anti pakai celana jeans atau celana-celana yang ketat, memang pakaian saya tidak berjubah, t...