Postingan

Begini Rasanya diFollback Dea Anugrah

Gambar
Sebagai manusia yang suka menulis dan tidak terlalu suka membaca, memiliki panutan di dunia kepenulisan adalah sebuah alternatif untuk mengakali diri sendiri agar demen membaca. Karena memiliki hobi menulis dan tidak suka membaca, sama saja seperti sayur tanpa garam. Memang kelihatannya sepele dan tidak memiliki dampak apapun dari luar, tapi jika dirasakan dan diterawang sungguh akan mengurangi rasa yang itu hanya kita sendiri yang paham. Karena kalo soal rasa, lidah tidak pernah bohong wqwqwq Waktu di Jakarta, saya bertemu dengan seorang teman yang tanpa sengaja dalam obrolan kami dia bilang jika dia suka menulis, tentu saya sangat senang menemukan seseorang yang sehobi, kalo kata anak jaman sekarang dibilang sefrekuensi . Tapi sayangnya, ketika teman saya menyebutkan penulis-penulis favoritnya, reaksi saya hanya alis yang hampir menyatu. Saya bingung dengan nama-nama yang dia sebut, sedangkan yang saya kenal di kalangan penulis hanya Tere Liye dan Habiburrahman El Shirazy.  Seket...

Saya Dulu Cinderella

Dulu, saat masih muda, banyak sekali yang menyebut saya sebagai gadis tomboy. Saya sering dipanggil " anak lanange ayah " oleh sebagian tetangga saya, tentu tetangga dekat yang sering melihat saya membantu pekerjaan rumah bapak seperti mengecat, ngudek luluhan atau bahkan mengayak pasir. Semua saya lakukan tanpa diperintah, murni kemauan saya sendiri, karena saya pikir pekerjaan-pekerjaan itu sangat seru. Meski sesekali ibu saya melarangnya. Menurut saya, ibu saya sepertinya memiliki ambisi sendiri, yang selalu ingin melihat saya tampil cantik, salah satunya dengan melarang saya memotong rambut sedikitpun, hingga rambut saya selalu mengurai panjang sampai pinggang, iya pinggang. Mungkin dalam hati semua orang tua, ada rasa bahagia jika melihat anak gadisnya tumbuh menjadi gadis yang kiyowo .  Ada satu momen ketika saya diundang di acara ulang tahun anak tetangga (yang saya sendiri tidak terlalu akrab, karena beda sekolah), saya menjadi sorotan saat itu, saya pikir karena pen...

Saat Itu Saya Sudah Siap Menghadap Tuhan

Semasa Kuliah saya cukup trengginas dalam mengikuti segala kegiatan di kampus, baik itu akademik maupun non akademik. Semacam balas dendam karena semasa SMA saya cukup pasif, hanya sekolah pulang sekolah pulang, dan sesekali ikut les Kimia dan Fisika karena terpaksa, sebab otak saya cupet jika dihadapan keduanya, juga menuruti ambisi saya yang harus bisa semua mata pelajaran. Semua pembalasan atas kepasifan saya semasa sekolah saya bayar waktu saya jadi mahasiswa. Meski berangkat pagi pulang malam, aku rapopo . Semenjak saya aktif di Komunitas Perfilman di kampus, saya menjadi anak yang jarang pulang ke rumah, padahal jarak dari kost ke rumah hanya sekitar 1 jam setengah. Tapi yaa... seperti anak muda pada umumnya yang jarang merindukan rumah, sibuk dengan teman dan dunianya sendiri, saya juga turut larut dalam arus itu (dan sekarang sedikit menyesal). Saat jadi mahasiswa saya berubah menjadi manusia yang super sibuk, bahkan di kost pun seperti numpang tidur, sekedar mandi dan sekedar ...

Bakat Terpendam Nying-nying Dalam Bersepeda

 Pada tahun 2014 kebawah, berangkat sekolah menggunakan sepeda onthel adalah hal yang lumrah. Saya juga kurang paham apa yang bikin ngonthel waktu itu jadi hits , atau memang karena kebutuhan?, padahal sebenarnya pada tahun-tahun tersebut kendaran bermotor juga sudah banyak, lha kok ndak naik motor saja?. Tapi rata-rata anak sekolahan jaman dulu malah banyak yang menggunakan sepeda untuk sekolah. Tak terkecuali saya, dari kecil saya dibiasakan mandiri untuk berangkat sekolah sendiri dan hampir tidak pernah diantar (kecuali waktu TK), jadi saya selalu mancal (bersepeda) untuk berangkat sekolah. Saya ingat betul, hanya satu kali saya berangkat sekolah diantar emak, itupun karena saya sakit dan terpaksa harus masuk karena ujian semester, waktu SMP. Saya juga tidak paham, mengapa dulu saya ambis ra umum , padahal kan kalau sakit ya sudah ijin saja, masalah ujian kan bisa nyusul, tapi saya lebih memilih masuk sekolah dan mengerjakan soal ujian dengan tubuh lemas seperti kulup terong , p...