Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Tentang Buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" Brian Krisna

Gambar
 Semua buku akan menemukan pembacanya, dan buku ini sama sekali not my cup of tea. Bagi orang-orang yang tidak membutuhkan validasi dalam perasaan atau tidak suka buku yang minta dikasihani tentu saja buku ini bukan buku yang tepat untuk dibaca. Buku ini tidak kuat dalam sturktur, plot tipis, konflik yang minim, resolusi nyaris tidak ada, bisa dibilang buku ini menjual emosi mentah. Tentang karakter dalam buku ini yang menurutku terasa menjengkelkan, penulis takut bikin pembaca gak nyaman dan semua perasaan divalidasi, jarang ditentang. Sayang banget, padahal buku ini memiliki ide yang kuat tapi eksekusinya biasa aja. Buku ini juga terlalu mengandalkan perasaan pembaca, jadi kalau tidak sedang berada di fase itu maka cerita akan terasa datar. Jujur penyampaian emosi dalam buku ini bener-bener gak nyampe, dari perasaan marah, sedih, kecewa, bahagia semuanya nol. Ada banyak hal yang terkesan dipaksakan, jadinya "sok dalem". Membaca buku ini seperti membaca pengantar dan tidak p...

Tentang Buku "Mata yang Enak Dipandang" Ahmad Tohari

Gambar
  Bagi penggemar tulisan Ahmad Tohari, sayang sekali jika buku ini luput untuk dibaca. Seperti biasa, buku karya Ahmad Tohari selalu mengusung cerita yang sederhana tapi ngena banget. Mata yang enak dipandang ini adalah buku kumpulan cerpen yang berisi 13 cerpen. Seperti karya-karya Ahmad Tohari yang lain, cerpen-cerpen di buku ini mengambil latar belakang kehidupan rakyat kecil di desa atau pinggiran kota yakni orang-orang yang sering kita anggap “biasa” tetapi lewat tulisan Ahmad Tohari mereka jadi luar biasa. Saya tidak akan menceritakan detail tentang buku ini, tetapi salah satu cerpen yang judulnya dibuat menjadi judul buku ini membuat saya tersentuh, cerpen mata yang enak dipandang bercerita tentang dua pengemis tua tetapi yang menarik yakni mereka bukan Cuma orang miskin tetapi bagi penulis mereka adalah symbol kemanusiaan yang masih tahu malu, masih tahu rasa hormat, bahkan ditengah kekurangan. Cerpen-cerpen lainnya juga tidak kalah menyentuh. Ada yang menceritakan tentan o...

Tentang Buku "Senyum Karyamin" by Ahmad Tohari

Gambar
  Sepertinya Ahmad Tohari ini punya kemampuan yang luar biasa dalam mengangkat kehidupan orang kecil dengan Bahasa yang hangat dan manusiawi. Buku Senyum Karyamin ini menjadi salah satu buku kumpulan cerpen favorit saya, berisi kumpulan cerpen yang sederhana tapi sangat menyentuh. Buku ini berisi sekitar 13 cerpen yang semuanya menggambarkan kehidupan rakyat kecil di pedesaan Jawa (mungkin karena beliau juga orang Jawa). Saya pernah melihat wawancara beliau di TV, tulisan beliau memang terinspirasi dari masyarakat sekitar yang membuat hati beliau gelisah jadi beliau memilih untuk menulisnya. Ceritanya sangat menyentuh, tapi selalu punya cara untuk tertawa dan bertahan meski hidup yang dijalani tidaklah mudah. Menurut saya, cerpen-cerpen di buku ini memberi saya pelajaran tentang rasa sabar, ketabahan dan keikhlasan dari manusia yang menghadapi penderitaan. Ahmad Tohari menulis bukan hanya menggambarkan sosok yang tragis, tapi manusia biasa yang berjuang tanpa banyak mengeluh. ...